Kesuksesan

Kesuksesan Adalah Milikku.
Aku Akan Mendapatkanmu Walau Kemanapun Itu.
Akan Kukejar Kamu Sampai Kemanapun Itu.
Karena Kesuksesan Adalah Hak ku.

Faktor-Faktor Terjadinya Interaksi Sosial

Tuesday, November 15, 2011

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Interaksi Sosial
 
Seperti dijelaskan dalampengertian H Bonnor diatas, bahwa dalam interaksi sosial ada terjadi perubahan, dan hal-hal yang pempengaruhi perubahan tersebut adalah. 
1. Faktor Imitasi
Imitasi atau imitatif atau meniri adalah suatu tindakan meniru apa yang kita lihat, kita rasakan dari lingkungan yang ada di sekitar kita.
Tindakan meniru ini amat besar pengaruhnya dalam perkebangan individu manusia. Missal seorang balita akan cenderung meniru dari apa yang dilakukan dan dikatakan oleh orang taunya (lingkungan) disekitarnya. Bahkan sampai dewasapun kita lebih banyak melakukan tindakan meniru, sepertio meniru gaya model pakaian artis pujaan, style rambut actor dunia yang lagi ngetrendan lai sebagainya. Meniru tidak hanya sifat, tindakan ataupun sikap namun juga budaya, tradisi, moral dan lain sebagainya. Maka sering kita lihat di Negara kita ini banyak sekali remaja meniru budaya-budaya asing yang belum tentu arah baik buruknya bagi kehidupan, namun justru malah meninggalkan budaya bangsa sendiriyang sudah pasti asal sejarahnya.
Dalam tindakan imitasi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni :
    1. Minat-perhatian yang cukup besar
    2. Sikap menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang diimitasi
    3. Dapat juga mengimitasi suatu pandangan atau tingkah laku, karena hal itu mempunyai penghargaan sosial yang tinggi.
2. Faktor Sugesti
Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi social hampir sama. Bedanya ialah, bahwa dalam imitasi itu orang yang satu mengikuti sesuatu di luar dirinya, sedangkan pada sugesti, seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain di luar dirinya.
Sugesti dalam ilmu jiwa dirumuskan sebagai suatu proses dimana seseorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari oranglain tanpa kritik terlebih dahulu.
Syarat-syarat memudahkan sugesti terjadi adalah :
    1. Sugesti karena hambatan berpikir
Dalam proses sugesti terjadi gejala bahwa orang yang dikenainya mengambil oper pandangan-pandangan dariorang lain tanpa memberinya pertimbangan-pertimbangan kritik terlebih dahulu.orang yang terkena sugesti itu mnelan saja apa yang dianjurkan orang lain.
Hal ini tentulah lebih mudah terjadi apabila ia, pada waktu dikenai sugesti, berada dalam keadaan ketika cara-cara berpikir kritis itu sudah agak terhambat-hambat, missal orang tersebut telah mengalami kelalahan berpikir.
Missal :
Dalam berbagai rapat partai, sering diadakan pada waktu malam hari disaat para pesertanya telah mengalalami kelelahan setelah bekerja di kantor seharian. Maka selanjutnya dalam acara rapat tersebut diisi denga acara-acara yang menarik dan merangsang emosi dan ketika peserta sudak tertarik dan daya kririsnya telahg berkurang (karena lelah) maka sugesti yang diberikan oleh pelaksana akan mudah masuk ke dalam pemikiran para pesertanya.
    1. Sugesti karena keadaan pikiran yang terpecah-pecah
Selain sugesti yang terjadi karena pikiran dan daya kritisnya telah berkurang, rangsangan emosional sugesti ini juga mudah terjadi kepada orang yang mengalami disasosiasi dalam pikirannya, yaitu apabila orang itu mengalami keadaan terpecah balah.
Missal :
Orang yang merasa bingung karena beberapa masalah yang bertubi-tubi menimpanya, tanpa satupun yang bias terselesaikan, maka orang tersebut akan mudah menerima sugesti dari orang lain yang mengetahui jalan keluar dari maslah-malsah yang dihadapinya tersebut.
    1. Sugerti karena otoritas atau prestise
Orangakan cenderung mudah menerima pandangan-pandangan yang dimana pandangan tersebut berasalk daris eseorang yag dianggapnya ahli dibidang tersebut, sehinga ia dianggap memiliki otoritas dan memiliki prestise social yang tinggi.
Missal :
Ucapan seorang Profesor akan lebih mudah dipercayai mahasiswanya di dalamkelas dari pada apa yang diucapkan rekan sesama mahasiswa, walaupun terkadang kedua ucapanyya memiliki inti maksud yang sama.
    1. Sugesti karena mayoritas
Dalam hal ini orang cenderung akan menerima suatu pendangan atau ucapan apabila ucapan tersebut disokong oleh mayoritas, oleh sebagian besar dari golongannya, kelompoknya atau masyaraktnya.
    1. Sugesti karena "will to believe"
Mengenai sugesti terdapat pula suatu pendapat, bahwa sugesti justru membuat sadar akan adanya sikap-sikap dan pandangan-pandangan tertentu pada orang-orang. Dalam hal ini sugesti cenderung diterima karena andanya kesediaan untuk lebih sadar dan yakin akan hal-hal yang disugestikan tersebut.
3. Faktor Identifikasi
Identifikasi dalam psikologi adalah sebuah istilah dari psikologi Sigmund freud, timbul dalam uraian Freud mengenai cara seorang anak belajar norma-norma social dari orang tuanya. Jadi identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalamdiri anak untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Kecenderungan ini bersifat tidak sadar bagi anak itu, dan tidak hanya merupakan kecenderungan untuk menjadi seprerti ayah atau ibu secaralahiriah saja, tetapi justru secara batin.
Jadi dalam proses identifikasi, seluruh system norma, sikap, tingkah laku orang tuanya sedapat-dapatnya dijadikan norma-norma, cita-cita dan seterusnya dari anak itu sendiri.
Dapat dijelaskan bahwa dalam proses identifikasi ada beberapa tahapan, yakni:
  1. Berlangsung secara tidak sadar (dengan sendirinya)
  2. Berlangsung secara irasional, berdasarkanperasaan-perasaan atau kecenderungan-kecenderungan yang tidak diperhitungkan secara rasional.
  3. Memiliki guna untuk melengkapi system norma, cita-cita dan pedoman tingkahlaku orang yang mengidentifikasi itu.
Waktu adalah masa peka, masa orang-orang mudah sekali dipengaruhi oleh contoh-contoh yangbaik ataupun buruk dari orang-orang yangmenjadi tempat identifikasinya. Tetapi juga pada waktu manusia yang sudah dewasa ia kerap kali mengidentifikasikan dirinya dalam keadaan-keadaan tertentu. Misalnya, seorang ibu yang mengidentifikasikan cara bicaranya seperti anaknya yangmasih balita, sehingga keduanya ada keadaan timbale balik yang merupakan cirri-ciri khas tia—tiap interaksi social.
Nyata bahwa saling hubungan social yang berlangsung pada identifikasi itu lebih mendalam dari pada hubungan yang berlangsung melalui proses sugesti ataupun imitasi.
 4. Faktor Introyeksi
Istilah lain yang berdekatan dengan simpati adalah introyeksi. Gejala introyeksi tidak begitu sering terjadi dalam pergaulan seperti faktoor-faktor dasar lainnya sehingga tidak disebut sebagai factor tersendiri. Lagipula hubungannya dengan simpati erat sekali. Artinya, introyeksi sebaik-baiknya diterangkan terlebih dahulu dalam sebuah contoh.
Introyeksi terjadi dalam kondisi tertentu sesudah terbentuknya kerja sama antara dua orang atau lebih berdasarkan simpati. Andaikata dalam beberapa waktu mereka sudah saling bekerjasama dan saling menaruh simpati, namun akrena sesuatu sebab yang menjadikan kerjasama diantara mereka terpustus entah karena kematian di salah satu pihak atau kerena jarak yang jauh setelah salah satunya pergi pindah tempat tinggal. Kejadian semacam ini tentulah menyedihkan kedua belah pihak karena terhentinya kerja sama dan saling mengerti itu dan terkhentinya kemungkinan untuk meluaskankan pandangan dan pribadi keduanya.
Walaupun demikian, belum berarti bahwa samasekali hubungan antara kedua orang itu diputuskan. Sebab, apabila terjadi introyeksi dari orang lain ke dalam dirinya sende\riri, maka seakan-akan hubungan simpati diantara mereka masih berjalan terus walaupun yanglain sudah meninggal, atau sakit parah atau berada di tempat yang sangat jauh.
Introyeksi dalam hal ini berarti bahwa jiwa dan keseluruhan cara bertingkah laku orang lain itu, batin dan kegiatan khas orang itu, seakan-akan sudah menjadidarah-daging orangpertama. Ia,orang yang mengintroyeksi itu, seakan-akan mengandung gambaran dari seluruh cirri, sikap, pandangan dan tingkah laku dari yang demikian "hidup" dalam dirinya, dan seakan-akan "berbicara" dalam dirinya pada keadaan-keadaan tertentu, seperti juga partner yang sebenarnya akan berbicara dalam keadaan-keadaan serupa.
Misalnya seorang pasangan suami istri yang bahagia dalam hubungan kerja sama berdasarkan simpati itu tiba-tiba meninggal. Dalam kedaan-keadaan tertentu, introyrksi yang timbul karenanya dapat bertahan dengan melampaui hidu-mati manusia.
Dari uraian-uraian diatas dapat diringkas imitasi dan sugesti merupakan gejala-gejala yang menerangakan bagaimana terjadinya bahwa suatu sikap, gagasan atau pandangan dapat disebarkan dengan cepat sekali diantara orang banyak, walau mungkin tidak begitui mendalam. Sedangkan identifikasi dan simpati merupakan kelangsungan-kelangsungan yang agak memakan waktu, tetapi perubahan sikap, norma, atau cita-cita pada diri orang itu terjadi karena merupakan perubahan yang lebih mendalam dan lebih mengenai inti-inti pribadi individu.

Disarikan dari :
Gerungan, W.A.Psikologi Sosial.bandung:Eresco.1996.Hal 68-72.

0 comments:

Post a Comment

Share it

Kemana Tujuan Anda Setelah Lulus Sekolah Atau Kuliah?